Langsung ke konten utama

Postingan

ARAB PRA ISLAM : Sekte-sekte Kristen dan Pertentangannya

Mazhab-mazhab agama Masehi ini mulai pecah-pecah. Dari zaman ke zaman mazhab-mazhab itu telah terbagi-bagi ke dalam sekte-sekte dan golongan-golongan. Setiap golongan mempunyai pandangan dan dasar-dasar agama sendiri yang bertentangan dengan golongan yang lainnya. Pertentangan-pertentangan antara golongan-golongan satu sama lain karena perbedaan pandangan itu telah mengakibatkan adanya permusuhan pribadi yang terbawa oleh karena moral dan jiwa yang sudah lemah, sehingga cepat sekali ia berada dalam ketakutan, mudah terlibat dalam fanatisme yang buta dan dalam kebekuan. Pada masa-masa itu, di antara golongan-golongan Masehi itu ada yang mengingkari bahwa Isa mempunyai jasad disamping bayangan yang tampak pada manusia; ada pula yang mempertautkan secara rohaniah antara jasad dan ruhnya sedemikian rupa sehingga memerlukan khayal dan pikiran yang begitu rumit untuk dapat menggambarkannya; dan disamping itu ada pula yang mau menyembah Mariam, sementara yang lain menolak pendapat bah

Dzikirnya Seekor Ulat

Nabi Dawud AS terkenal dengan suaranya yang merdu. Kalau beliau sedang berzikir atau sedang melantunkan Zabur, terkadang burung-burung dan gunung-gunung ikut berzikir pula bersama beliau Suatu ketika beliau sedang duduk di mushalla sambil menelaah Zabur, tiba-tiba terlihat seekor ulat merah melintas di tanah. Nabi Dawud berkata kepada dirinya sendiri. "Apa yang dikehendaki Allah dengan ulat ini?" Ternyata Allah memberikan "ijin" kepada ulat tersebut bisa berbicara dengan bahasa manusia, untuk menerangkan keadaanya kepada Nabi Dawud. Ulat tersebut berkata "Wahai Nabiyallah, apabila siang datang, Allah mengilhamkan kepadaku untuk membaca : Subkhanallah wal hamdulillah wa laa ilaaha illallah wallahu akbar, sebanyak seribu kali. Dan jika malam datang, Allah mengilhamkan kepadaku untuk membaca : Allahumma shalli 'alaa Muhammad an nabiyyil ummiyyi wa 'alaa aalihi wa shahbihi wa sallam, sebanyak seribu kali." Nabi Dawud terkesima dengan ucapan ula

Kontrol Cemburumu Hanya Pada Pelanggaran Agama

Cemburu adalah sebuah nilai positif dalam islam, tetapi potensinya bisa benar bisa salah. Laki-laki yang tidak cemburu pada istriya dalam islam dinamakan dayus. Dayus adalah laki-laki yang membiarkan istrinya pada pelanggaran agama karna dia cinta sekali dengan istrinya. Misal karna tidak tega, suami membiarkan istrinya tidak memakai jilbab, tidak solat, tidak bakti, semua itu tidak boleh dalam islam itu haram, suami harus punya kecemburuan pada pelanggaran agama. Seorang istri juga punya kecemburuan terhadap suaminya, tapi kecemburuan ini harus pada pelanggaran agama saja. Tidak benar dalam islam kalau ada suami atau istri cemburu pada anaknya, misal istrinya sibuk mengurus anak kemudian suaminya cemburu. Tidak boleh cemburu pada orang tua, karna laki-laki harus tetap berbakti kepada orang tuanya walaupun sudah menikah, disini harusnya istri mendukung suaminya untuk selalu berbakti kepada orang tuanya. Suami juga harus memberi kesempatan istrinya untuk berbakti kepada orang tuan

ARAB PRA ISLAM : Bizantium Pewaris Rumawi

Akan tetapi, sekalipun Persia telah dapat mengalahkan Rumawi dan dapat menguasai Syam dan Mesir dan sudah sampai pula di ambang pintu Bizantium, namun tak terpikir oleh raja-raja Persia akan menyebarkan agama Majusi atau menggantikan tempat agama Nasrani. Bahkan pihak yang kini berkuasa itu malahan menghormati kepercayaan orang yang dikuasainya. Rumah-rumah ibadat mereka yang sudah hancur akibat perang dibantu pula membangun kembali dan dibiarkan mereka bebas menjalankan upacara-upacara keagamaannya. Satu-satunya yang diperbuat pihak Persia dalam hal ini hanyalah mengambil Salib Besar dan dibawanya ke negerinya. Bilamana kelak kemenangan itu berganti di pihak Rumawi, Salib itupun diambilnya kembali dari tangan Persia. Dengan demikian peperangan rohani di Barat itu tetap di Barat dan di Timur tetap di Timur. Dengan demikian rintangan alam dan kedua kekuatan itu dari segi rohani tidak saling berbenturan. Keadaan serupa itu berlangsung terus sampai abad keenam. Dalam pada itu pert

ARAB PRA ISLAM : Agama-agama Kristen dan Majusi

Setelah datang ijin Tuhan kepadanya supaya ia membimbing umat di tengah-tengah Firaun yang berkata kepada rakyatnya : "Akulah tuhanmu yang tertinggi" iapun berhadapan dengan Firaun sendiri dan tukang-tukang sihirnya, sehingga akhirnya terpaksa ia bersama-sama orang-orang Israil yang lain pindah ke Palestina. Dan di Palestina ini pula dilahirkan Isa, Ruh dan Firman Allah yang ditiupkan ke dalam diri Mariam. Setelah Tuhan menarik kembali Isa putera Mariam, murid-muridnya kemudian menyebarkan agama Nasrani yang dianjurkan Isa itu. Mereka dan pengikut-pengikut mereka mengalami bermacam-macam penganiayaan. Kemudian setelah dengan kehendak Tuhan agama ini tersebar, datanglah Maharaja Rumawi yang menguasai dunia ketika itu, membawa panji Nasrani. Seluruh Kerajaan Rumawi kini telah menganut agama Isa. Tersebarlah agama ini di Mesir, di Syam (Suria-Libanon dan Palestina) dan Yunani, dan dari Mesir menyebar pula ke Ethiopia. Sesudah itu selama beberapa abad kekuasaan agama ini

Kisah Sedih Dakwah Nabi Muhammad saw

Baginda Nabi Muhammad saw, beliau setelah 9 tahun berdakwah di Mekah merasa, Mekah ini sudah tidak layak dakwah. Selama hampir 9 tahun berdawah tidak ada yang beriman kepada Nabi saw kecuali 153 orang saja, 83 orang hijrah ke negeri Ethiopia, mereka tinggal di sana dipimpin oleh ja'far bin abi thalib dan yang tinggal bersama Nabi saw di Mekah 70 orang termasuk Nabi saw. Sembilan tahun berdakwah di Mekah yang terjadi adalah kaum muslimin disiksa, tidak bisa berdakwah, tidak bisa bertemu orang, keluar Mekah juga tidak bisa karna dijaga pintu gerbang Mekah, belum lagi mereka menganggap membunuh orang islam adalah halal dan tidak di hukum. Nabi saw berfikir untuk mencari lokasi dakwah baru, lalu terlintas di benak Nabi saw lokasi dakwah yang paling dekat adalah kota Thaif. Kota Thaif berjarak kurang lebih 60 km dari Mekah dan kota ini dingin dan bagus sekali udaranya. Nabi saw pergi ke kota Thaif sebelum subuh, karna kalau sudah terang orang-orang Mekah melihat beliau dan dit

ARAB PRA ISLAM : Laut Tengah dan Laut Merah

Peradaban-peradaban itu sudah begitu berkembang dan tersebar ke pantai-pantai Laut Tengah atau di sekitarnya, di Mesir, di Asiria dan Yunani sejak ribuan tahun yang lalu, yang sampai saat ini perkembangannya tetap dikagumi dunia. Perkembangan dalam ilmu pengetahuan dan teknologi, dalam bidang pertanian, perdangangan, peperangan dan dalam segala bidang kegiatan manusia. Tetapi semua peradaban itu, sumber dan pertumbuhannya, selalu berasal dari agama. Memang benar bahwa sumber itu berbeda-beda antara kepercayaan trinitas Mesir Purba yang tergambar dalam Osiris, Isis dan Horus, yang memperlihatkan kesatuan dan penjelmaan hidup kembali di negerinya serta hubungan kekalnya hidup dari bapa kepada anak, dan antara paganisma Yunani dalam melukiskan kebenaran, kebaikan dan keindahan yang bersumber dan tumbuh dari gejala-gejala alam berdasarkan pancaindra, demikian sesudah itu timbul perbedaan-perbedaan yang dengan penggambaran semacam itu dalam berbagai zaman kemunduran itu telah menganta