Langsung ke konten utama

Hukum dan Fadhilah Shalat Tarawih


Shalat sunnah Tarawih merupakan shalat sunnah yg dikerjakan di malam hari setelah Shalat Isya pada bulan Ramadhan yang merupakan bulan penuh berkah dan diwajibkan seorang muslim untuk melaksanakan atau menunaikan ibadah puasa. Untuk hukum mengerjakan shalat Tarawih sendiri ialah sunnah muakkad yang bisa di artikan sunnah yang sangat diutamakan atau diharuskan untuk dikerjakan setiap umat Muslim di seluruh dunia karena shalat sunnah Tarawih bisa menjadi pelengkap puasa kita.

Shalat Tarawih adalah bagian dari shalat nafilah (tathawwu’). Disebut Tarawih, karena setiap selesai dari empat rakaat, para jama'ah duduk untuk istirahat. Sedangkan Jumlah raka'at shalat Tarawih ini bisa 8 Raka'at seperti yg pernah diamalkan oleh Nabi Muhammad Saw dan bisa berjumlah 20 Raka'at seperti pernah diamalkan oleh sahabat Nabi saw, Umar bin Khathab.

Hadits-Hadits Shalat Tarawih
Aisyah ra ditanya: "Bagaimana shalat Rasulullah saw pada bulan Ramadhan?" Dia menjawab, "Beliau tidak pernah menambah (di Ramadhan atau di luarnya) lebih dari 11 raka'at. Beliau shalat empat raka'at, maka jangan ditanya tentang bagusnya dan lamanya. Kemudian beliau shalat 3 raka'at." [HR Bukhari]

Rasulullah saw shalat empat raka'at dengan dua kali salam, kemudian beristirahat. Hal ini berdasarkan keterangan Aisyah ra, "Adalah Rasulullah saw melakukan shalat pada waktu setelah selesainya shalat Isya', hingga waktu fajar, sebanyak 11 raka'at, mengucapkan salam pada setiap dua raka’at, dan melakukan witir dengan satu raka'at.” [HR Muslim].

Juga berdasarkan keterangan Ibn Umar ra, bahwa seseorang bertanya, "Wahai Rasulullah,bagaimana shalat malam itu?" Beliau menjawab,

مَشْنَى مَشْنَى فَإِذَا خِفْتَ الصُّبْحَ فَأَوْتِِرْ بِوَا حِدَةِ

"Yaitu dua raka'at-dua raka'at, maka apabila kamu khawatir (masuk waktu) shubuh, berwitirlah dengan satu raka'at. [HR Bukhari]

Fadhilah Shalat Tarawih

1. Hadits Abu Hurairah ra,

مَنْ قَامَ رَمَضَانَ اِيْمَانَا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْذنْبِه

"Barang siapa melakukan qiyam (lail) pada bulan Ramadhan, karena iman dan mencari pahala, maka diampuni untuknya apa yang telah lalu dari dosanya."

Maksud qiyam Ramadhan, secara khusus, menurut Imam Nawawi adalah shalat Tarawih. Hadits ini memberitahukan, bahwa shalat Tarawih itu bisa mendatangkan maghfirah dan bisa menggugurkan semua dosa, tetapi dengan syarat karena bermotifkan iman, membenarkan pahala-pahala yang dijanjikan oleh Allah dan mencari pahala tersebut dari Allah. Bukan karena riya' atau sekedar adat kebiasaan. [Fathul Bari 4/251; Tanbihul Ghafilin 357-458; Majalis Ramadhan, 58; AtTamhid, 3/320; AI Ijabat Al Bahiyyah, 6]

Hadits ini dipahami oleh para salafush shaalih, termasuk oleh Abu Hurairah sebagai anjuran yang kuat dari Rasulullah untuk melakukan qiyam Ramadhan (shalat Tarawih, Tahajud, dan lain-lain). [At Tamhid, 3/311-317: Sunan Abi Daud, 166]

2. Hadits Abdurrahman bin Auf ra,

إِِنَّ رَمَضَانَ شَهْرٌ فَرَضَ اللَّهُ صِيَامَهُ وَإِنِّي سَنَنْتُ لِلْمُسلِمِيْنَ قِيَامَهُ فَمَنْ صَامَهُ وَقَامَهُ إِعيمَانًا وَاحْتِسَابًا خَرَجَ مِنَْ الذُّنُوبْ كَيَوْم وَلَدَتْهُ أُمُّه


"Sesungguhnya Ramadhan adalah bulan dimana Allah mewajibkan puasanya, dan sesungguhnya aku menyunnahkan qiyamnya untuk orang-orang Islam.
Maka barang siapa berpuasa Ramadhan dan qiyam Ramadhan karena iman dan mencari pahala, maka ia (pasti) keluar dari dosa-dosanya sebagaimana pada hari ia dilahirkan oleh ibunya." [HR : Ahmad, Ibnu Majah. Al Bazzar, Abu Ya’la dan Abdur Razzaqmeriwayatkannya dari Abu Hurairah.]

Al Albani berkata, "Yang shahih hanya kalimat yang kedua saja, yang awal dha'if." [Lihat Sunan lbn Majah, 146,147; AlIjabat Al Bahiyyah, 8-10]

3. Hadits Abu Dzar ra,

 مَنْ قَامَ مَعَ اْلإِمَامِ حَتَّى يَنْصَرِفَ كُتِبَ لَهُ قِيَامُ لَيْلَة


"Barang siapa qiyamul lail bersama imam sampai ia selesai, maka ditulis untuknya (pahala) qiyam satu malam (penuh)." [HR Ahmad, Abu Daud, Tirmidzi, Ibn Majah, Nasa’i, dan lain-lain, Hadits shahih. Lihat Al ljabat Al Bahiyyah, 7]

Hadits ini sekaligus juga memberikan anjuran, agar melakukan shalat Tarawih secara berjamaah dan mengikuti imam hingga selesai.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mengatasi Lupa Password Windows di Laptop/PC

Untuk menjaga privasi di komputer,  seseorang sangat perlu menambahkan password pada komputernya. Namun hal yang paling menjengkelkan jika kita lupa password tersebut, untuk mengatasi hal itu saya akan memberikan solusi untuk bagaimana membuka komputer anda yang terkunci oleh password yang terlupa. Berikut beberapa metode yang bisa anda lakukan: 1. Menghilangkan password lewat safemode (windows xp)  > restart komputer anda  > tekan f8 - pilih safemode  anda akan masuk ukun Administrator  > klik start - control panel - user account  > pilih account yang berpassword - pilih remove password  > setelah selesai, restart komputer  2. Masuk menggunakan Administrator (windows 7) > pada login screen tekan "ctrl+alt+delete" sebanyak 2 kali  > kemudian ketik Administrator dikotak username dan biarkan password dalam keadaan kosong  > tekan enter  > pergi ke control panel - user accou...

Amarah Sang Istri Reda Karena Istigfar

Seseorang menceritakan kisahnya, "Disuatu hari saya pulang ke rumah dalam keadaan letih dan penuh beban. Aku membuka pintu ketika tiba-tiba istri menunggu penuh tanda marah dan emosi. Dia langsung menjejaliku dengan berbagai pertanyaan. Saya tidak bisa menguasai diri, lalu menghadapinya dengan emosi dan amarah yang sama. Malam sudah larut, sementara debat dan marah terus berlanjut sampai menjelang Subuh. Akhirnya, istriku mengambil inisiatif meninggalkan rumah dan pergi ke rumah orang tuanya. Saya berusaha mengurungkan tekadnya tapi tidak berhasil, dia masuk kamar kami mempersiapkan tasnya untuk bergegas pergi. Saya meninggalkannya dan keluar dari rumah tanpa tahu kemana harus pergi, saya sangat emosional dan marah. Di samping rumahku terdapat sebuah masjid dan adzan sebentar lagi dikumandangkan. Saya masuk masjid, berwudhu, dan shalat dua rakaat. Tak lama kemudian adzan Subuh dikumandangkan, saya pun shalat Subuh berjamaah. Saya diam di masjid, beristigfar kepada Allah ...

Menambah Kebaikan di Hari yang Fithri

Shalat Idul Fitri  merupakan kebaikan yang sangat ditekankan oleh Rasulullah saw, sampai-sampai beliau menyuruh segenap kaum muslimin dan muslimat untuk keluar rumah menuju ke tempat pelaksanaan shalat ied sekalipun seorang wanita tengah mengalami haid. Ummu Athiyyah mengatakan, "Rasulullah saw memerintahkan kami untuk mengeluarkan para gadis pingitan pada hari ied (untuk ikut serta dalam shalat ied)." Dikatakan kepada Nabi saw, 'bagaimana para wanita yang tengah haid?' beliau menjawab, "Hendaknya mereka menyaksikan kebaikan itu dan (ikut mengaminkan) doa yang dipanjatkan kaum muslimin." (HR. Abu Dawud, no. 1138) Mandi dan makan sebelum ied, serta berjalan menuju ke tempat shalat ied Sa'id bin al-Musayyib berkata, (Termasuk) sunnah pada hari Fithri adalah tiga hal: berjalan kaki menuju tempat shalat, makan sebelum keluar, dan mandi." (HR. Abdurrazaq di dalam al-Mushannaf, 3/309) Bertakbir ketika menuju ke tempat shalat ied Diriwayatkan b...